by

Fatwa MUI: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Minta Pemerintah Maksimalkan Vaksin Halal Bagi Muslim

-Berita, Nasional-3,666 kali dibagikan

Geloratangsel.com, Nasional – Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aminudin Yaqub mengatakan pihaknya telah memutuskan berdasarkan hasil kajian bahwa produk vaksin AstraZenecca haram. Pasalnya dalam tahapan proses menggunakan tripsin yang berasal dari enzim babi.

“Keputusan fatwa kita tentang vaksin covid- 19 AstraZeneca, maka hukumnya vaksinnya adalah haram, karena tahapan proses produksi yang berasal dari enzim babi,” ujar Aminudin dalam diskusi Vaksin Covid-19 Program Nasional dan Arah Pemulihan di Daerah yang digelar Suara.com, Jumat (26/3/2021).

Walaupun dalam kondisi yang sangat mendesak dan darurat termasuk vaksin yang halal tidak memadai Vaksin Haram bisa menjadi mudah penggunaannya.

Sebab kondisi pandemi saat ini adalah kondisi yang sangat darurat. Maka MUI memutuskan vaksin Covid-19 AstraZeneca hukum penggunaan vaksinnya mubah atau boleh digunakan untuk program vaksinasi dengan catatan.

“Berdasarkan kaidah hukum Islam dalam keadaan darurat yang tidak halal itu boleh digunakan. Maka penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca hukumnya mubah atau boleh digunakan untuk program vaksinasi sejauh tidak ada alternatif lain atau vaksin halal tidak memadai,” ucap dia.

Download Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2021 Disini

Kategori Terkait