by

Polling Balon Cakada Tangsel Bukan Ukuran Elektabilitas

-Berita, Politik-8,059 kali dibagikan

Geloratangsel.com – Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Gelora Kota Tangerang Selatan, Joko Widikdo mengaku khawatir dengan banyak beredarnya hasil polling dukungan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini ramai di sosial media maupun perpesanan daring.

Menurut Joko, hasil polling seperti itu akan berimbas kepada pembentukan opini publik secara paksa dan cenderung menghasilkan pemilih yang cenderung ikut-ikutan atau disebut bandwagon effect dalam pemilu.

“Karena bila bandwagon effect ini dominan maka saya pribadi khawatir jika nantinya hasil dari proses Pilwalkot Tangsel bukanlah hasil yang baik, dan atau dibutuhkan oleh masyarakat Tangsel itu sendiri,” Kata Joko, Selasa 23 Juni 2020.

Joko Widikdo juga menjelaskan bahwa kalau polling di sosial media saat ini sangat ptidak mencerminkan proporsional pemilih lantaran tidak mewakili distribusi pemilih di Kotap Tangsel secara sebaran, Tidak hanya itu, polling juga tidak mempresentasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan suku.

“Jadi polling di sosial media tidak mewakili populasi masyarakat kota Tangsel sebab sebarannya bisa tidak merata serta tidak teridentifikasinya usia, jenis kelamin, pekerjaan sampai sukunya, belum lagi pemilik akun sosmed tidak bisa di jamin 100 persen adalah pemilih yang memiliki hak pilih pada Pilwalkot Kota Tangsel pada 9 Desember nanti kan,” Jelasnya.

“Timses para kandidat yang menjadi subyek polling pun pasti cenderung menggerakkan dan membagikan link polling di sosila media dan pesan Whatsapp ke orang-orang yang pasti mendukung kandidatnya. Sehingga yang unggul ya yang paling rajin membagikan link tersebut,” Tambah Joko.

Walaupun sebenarnya meski metode dan hasil polling menunjukkan banyak ketidaktepatan, tetapi memang polling atau jajak pendapat tetap saja diperlukan. Bahkan, setiap pasangan bakal calon kepala daerah wajib memiliki hasil polling jajak pendapat terkait elektabilitas mereka sendiri.

“Walupun hasil polling semacam ini tak bisa dijadikan ukuran, dan hanya bermafaat untuk kebutuhan internal kandidat dan timses saja dalam memperkuat kinerja tim nya, tetapi idealnya bukan untuk dibagikan ke publik demi mempengaruhi pemilih dan suara,” tutup Joko.

Kategori Terkait